Langsung ke konten utama

TRAGEDI KECELAKAAN PESAWAT ETHIOPIAN AIRLINE AKIBATKAN LARANGAN TERBANG PESAWAT BOEING 737 MAX 8 PADA MASKAPAI INDONESIA



Indonesia akhirnya mengikuti langkah China dan Ethiopia yang melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8. larangan terbang sementar ini menyusul kecelakaan pesawat sejenis yang menewaskan seluruh penumpang di Ethiopia.

Boeing 737 MAX 8 kembali menjadi sorotan. kurang dari 6 bulan pesawat tersebut telah jatuh sebanyak dau kali setelah peristiwa Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada 6 Oktober 2018 lalu, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airline dengan nomor penerbangan ET 302 juga mengalami kecelakaan fatal pada hari minggu Tanggal 10 Maret 201, meski tidak langsng mengeluarkan larangan terbang pada pesawat Boeing 737 MAX 8, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Kemenhub) akhirnya memutuskan untuk  melarang terbang sementara pesawat Boeing 737 MAX 8 d Indonesia Terhitung sejak tanggal 11 Maret, saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat tersebut adalah Garuda Indonesia sebanyak 1 unit dan Lion Air sebanyak 10 unit.


                Menurut Dirjen Perhubungan Udara (Polana Pramesti) "kami akan melakkan inspeksi, akan mengecek pesawat tersebut sehingga akan dilakkan Temporari Gronded pesawat-pesawat Boeing 737 MAX 8 yang ada di Indonesia yaitu Garuda Indonesia sebanyak 1 unit dan Lion Air sebanyak 10 unit".

                Sebelumnya pasca jatuhnya pesawat pada hari Minggu tanggal 10 Maret Ethiopia dan China langsung melarang seluruh pesawat tersebut. Boeing 737 MAX 8 merupakan pesawat terbaru dan tercanggih buatan Boeing, pesawat yang harganya hampir 2 trilyun rupiah tersebut di klaim leibh irit bahan bakar dan mampu menjangkau penerangan lebih jauh di banding di dengan Boeing versi lama.

                Tidak hanya di Indonesia seluruh maskapai disejmlah negara telah menghentikan sementara operasi pesawat Boeing 737 MAX 8. Seluruh operasi pesawat Boeing 737 MAX 8 di hentikan hingga dinyatakan layak untuk kembali mengudara.


                Maskapai penerbangan disejmlah negara telah menghentikan sementara operasi pesawat Boeing 737 MAX 8 menyusul jatunya pesawat Ethiopian Airline dengan nomor penerbangan ET 302 pada hari Minggu tanggal 10 Maret.Tragedi jatunya pesawat Ethiopian Airline tersebut merupakan yang ke dau kalinya yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam kurun waktu 5 bulan terakir, dari negara tersebut di antaranya China dan juga Indonesia, selain itu berbagai maskapai  seperti Ethiopian Airline Keyman Airways dan Com Air juga mengentikan sementara penerbangan pesawat tersebut.


                Regulator penerbangan China telah memerintahkan maskapai untuk menghentikan seluruh operasi pesawat Boeing 737 MAX 8. Maskapai tersebut adalah Air China, China Eastern AirLine, Qun Ming AirLine dan Southern AirLine.  di China sendiri ada sebanyak lebih dari 90 pesawat model Boeing 737 MAX 8 yang digunakan oleh maskapai penerbangan. sedangkan Pemerintah India saat ini juga tengah berdiskusi dengan pihak regulator setempat, namun sejumlah maskapai seperti Jet AirWays dan Space Jet belum memberikan kometar terkait hal tersebut.

Komentar

  1. Pokerayam Situs Judi Online Deposit Pulsa Potongan Terbaik Minimal Deposit Pulsa 25rb
    Menang Berapapun Dibayarkan

    Bonus menarik untuk member setianya :
    > Bonus New Member 10%
    > Bonus Deposit Harian 5%
    > Bonus Rake Back Mingguan

    Game Poker Deposit Pulsa 25rb

    HUBUNGI KAMI:
    LiveChat : www.pokerayam.top
    WA : 0812-2222-1680
    LINE : POKERAYAM

    BalasHapus
  2. Do you need Finance?
    Are you looking for Finance?
    Are you looking for a money to enlarge your business?
    We help individuals and companies to obtain loan for business
    expanding and to setup a new business ranging any amount. Get a loan at affordable interest rate of 3%, Do you need this cash/loan for business and to clear your bills? Then send us an email now for more information contact us now via Email financialserviceoffer876@gmail.com Whats App +918929509036

    BalasHapus

Posting Komentar